Kain sutra yang sering dipakai nenek atau ibu ternyata tidak hanya terbuat dari ulat. Kain mahal itu juga bisa dibuat dari serat hewan lain seperti laba-laba.
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheeCj26uspfSRNQLG1tZ65baF187q-uksv0stRyFRNiNoHWiU_Pk3Luufcssq-UgKNbT1PfmZUS_7nsvTVQ3r3PN1zpBKtA1J7mb6At84fEvbiU_4MUPEg29IXiB33sdhtjgVbun4kNWtV/s1600/1.jpg)
Anyaman sutra dari laba-laba bahkan jauh lebih kuat dibandingkan dengan kain sutra dari ulat. Jenis laba-laba yang dipakai adalah Araneus.
Nah, untuk menguatkan kualitas sutra, para ahli dari jerman membuat penelitian dengan menyuntikkan kandungan metal pada tubuh laba-laba Araneus. Kandungan metal disuntikkan di bagian tulang dan otot.
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIa6Svd6tGlKnhxY3LnXWtsITqdpTZFFLNkOBctf3y2BFoNR7Uo-Q7mfceloyUn3ogNhVkytS2XamhcVC7sCc1UtY9BWzJtpGLsYiTu7AoCkc-trtL_vRyEMjFo3V21NtqfmsRdreOYfxP/s320/2.jpg)
Kandungan metal yang terdiri dari zinc, titanium atau aluminum itu diyakini bisa membuat kain sutra yang dihasilkan tidak cepat rusak.
"Dengan penambahan metal pada tubuh laba-laba akan membuat sutra yang dihasilkan akan sangat kuat," kata Seung-Mo Lee dari Max Planck Institute of Microstructure Physics di Halle, Jerman.
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIvOL2zShyphenhypheniVmJjqfVLn8y2xFkDueEKjtq3O9xGY8KFTDNvYnzQw9X1ZjwMfho8k8Wg2p8mEureZigud0yztFLmZDb6ZXjbsjCmYO4Qvdk6j0TlzcH4jEYfYb-40uJum9HSIdiG-NjH0XM/s1600/3.jpg)
Laba-laba penghasil sutra jenis ini juga sering disebut Epeira dan banyak tinggal di benua Eropa. Laba-laba tersebut termasuk sulit untuk dikembangbiakkan. Hal itu karena mereka termasuk hewan kanibal yang suka memakan sesamanya.
sumber
up2det 06 Mar, 2012
www.isugosip.blogspot.com