![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcSFLq1EGRhi10H4OaMaihQSFXHTNO6hH2KtVj8ZRtnlJxV9BXeO-Xu0x3wyYTezAtcNB3TsJ502l0CgCU44zKksMURZhSMsyE23kvmc08emOt-n4GM4jZ8TQBUzVR3jbEZwluW2zcF-UE/s1600/jk-minta-pemerintah-benahi-transportasi-publik.jpg)
(Foto: JK Tinjau Stasiun Pasarsenen
Reporter: Gunawan William
- JK Minta Pemerintah Benahi Transportasi Publik | Tingginya angka kecelakaan saat mudik sangat memprihatinkan. Pemerintah dinilai kurang memperhatikan fasilitas transportasi khususnya transportasi publik yang menjadi andalan masyarakat menengah ke bawah.
"Setiap tahun ada pergerakan manusia yang cukup besar dan dalam waktu yang bersamaan di Indonesia. Pada ujungnya kembali ke infrastruktur, termasuk transportasi publik," ujar Ketua Umum PMI, Muhammad Jusuf Kalla, kepada wartawan usai melepas relawan PMI ke Myanmar di Jakarta, Sabtu (25/8).
Menurut JK, keberadaan transportasi publik yang tidak mendapat perhatian dari pemerintah menyebabkan jumlah kecelakaan semakin tinggi. Ini karena masyarakat cenderung memilih mudik menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor.
Untuk mengurangi hal tersebut, JK menyarankan, pemerintah harus berusaha mengarahkan para pemudik untuk tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi.
"Harus dikembalikan lagi ke bus, kereta api diperbaiki, dibuat double track. Jadi, orang tidak ingin lagi mudik dengan motor," kata JK.
Lebih lanjut, kata JK, jumlah kecelakaan saat mudik lebih banyak dialami para pengguna sepeda motor yang mencapai 70 persen. Angka tersebut tidak akan bertambah jika infrastruktur transportasi publik dibenahi.
www.isugosip.blogspot.com