Andrew Kahn, seorang pengusaha asal Adelaide, Australia diminta menunggu selama 15 jam 40 menit dan satu detik dalam telepon seluler oleh pihak maskapai Qantas ketika dia mengkonfirmasikan penerbangannya ke New York, Amerika Serikat.
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFNN1OQP5i-Cy4d0BP6NFFIcUHr2BW2CutqhLLAS0rUDV3ZxK_RP7I432_x85ZRx7OYoTkdJnxhUMzMkNleMMMBpQb2dV_640XB1vUJZ9ZbXRJCUfk5JjwUN28gqwzh1b19TUQWh3s1EH8/s400/+-+Berita+Unik+-+Konfirm+Penerbangan.jpg)
Kahn mengungkapkan, seperti yang diberitakan Orange, bahwa setelah diminta untuk menunggu pada jam 77.22 malam pada hari Rabu tanggal 1 Agustus 2012 hingga pukul 11.01 pagi hari Kamis tanggal 2 Agustus 2012, dia akhirnya menutup teleponnya karena terlalu kesal.
Dia menambahkan bahwa saat itu dia menelepon pihak penerbangan Qantas karena ingin menanyakan kesalahan kode yang membuatnya tidak bisa memesan tiket pesawat ke New York.
Akat tetapi, dari pihak maskapai Qantas sendiri menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya tidak menerima laporan mengenai calon penumpang yang menunggu selama 15 jam untuk berbicara dengan layanan konsumen.
www.isugosip.blogspot.com