![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhx0DrZgiJwuvWI_CUoqlOz8ChU7dWpJtwV5p_uV09qWGnG3qFuyIZsS0xE85G4NXJX2j76iMcZvGGjOvHy-2BkMSXVucEI35lrjFhOP26rb_7djV4SgBPp-VaXYVBkkt8oymqxoSwp1jIw/s1600/pesawat-survei-diduga-jatuh-di-barat-bontang.jpg)
(Foto: Pesawat Piper Navajo)
Reporter: Faiz Abidin
- Pesawat Survei Diduga Jatuh Di Barat Bontang | Dua surveyor dari PT Elliott Geophysics International yang melakukan survei pemetaan magnetik di Kalimantan Timur, hingga kini belum di ketahui keberadaannya. Sebab pesawat Piper Navajo yang digunakannya, hilang kontak di sekitar barat Bontang.
"Pesawat survei yang digunakan untuk kepentingan pemetaan. Disewa dari PT Intan Angkasa sebagai pengoperasional, yang melakukan survei adalah perusahaan PT Elliott Geophysics International," kata Jubir Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan kepada merdeka.com, Jumat 924/8).
Dihubungi terpisah, CEO PT Intan Angkasa, karel Albi menjelaskan jika pesawat perusahaannya terbang dari Bandara Temindung, Samarinda, sekitar jam 7 pagi. "Kemudian siang hari sudah hilang kontak, harusnya kapasitas pesawat terbang sekitar enam jam," kata Karel.
Berdasarkan kontak terakhir yang diterima bandara, diduga pesawat Piper Navajo berada di sebelah barat sekitar 100 km dari arah Kota Bontang, Kalimantan Timur.
"Posisi terakhir kira-kira itu barat Bontang, di 100 kilometer. Besok kita akan memfokuskan pencarian ke sana," lanjutnya.
Sebelumnya, Dalam kejadian nahas itu, Pesawat Piper Navajo berpenumpang empat orang. Satu kapten, dua surveyor, dan satu anggota TNI. Pesawat terbang untuk tujuan pemetaan. Berangkat dari bandara Samarinda menuju arah Bontang.
www.isugosip.blogspot.com