![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUfTkct2wOBZUxJrMQEYXsPa-6YfO2rxpOslYDOzjXPqih9VjZs6aUPhSo6ZkF-R16CRwRJAxpLNjc5EvSu6KkwvZTFg9v09zRDoFB_rrt0x_Itc7FciPIJ3cwBxhWV4kOYt1cegDqNtnE/s1600/Polres+dan+Polsek+Harus+Punya+Nomor+Lurah+Di+Wilayahnya.jpg)
Reporter: Faiz Abidin
- Polres dan Polsek Harus Punya Nomor Lurah Di Wilayahnya | Kapolda Metro Jaya menginstruksikan jajaran di bawahnya seperti tingkat Polres dan Polsek untuk mempunyai kontak masing-masing Kelurahan setempat. Hal ini terkait maraknya aksi teror bom di wilayah Polda Metro Jaya.
"Wajib punya nomer handphone tiap klurahan," tegas Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Untung S Rajab, dalam acara pertemuan Kapolda Metro Jaya dengan Wali kota dan Bupati yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/9).
Dikatakan Untung, pejabat pemerintahan daerah setingkat RT dan RW juga harus bisa memahami gelagat-gelagat yang mencurigakan di wilayahnya.
"Seperti pejabat RT, harus dipahami beberapa ciri-ciri, seperti mendeteksi rumah kosong. Tanya ke warga ini ko rumah kosong terus, sudah itu telepon pemiliknya," terang Untung.
Sementara itu, untuk pejabat setingkat RW sendiri salah satu hal yang perlu dipahami adalah terkait pemalsuan KTP yang kerap digunakan oknum yang tidak bertanggung jawab. Untung juga menghimbau kepada petugas setempat agar tidak dengan mudah mengeluarkan KTP.
"RW juga demikian, kejahatan-kejahatan terorisme dan lain lain, ialah betapa mudahnya mereka punya KTP. Mereka punya KTP lebih dari satu," tutur Untung lagi.
www.isugosip.blogspot.com