![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjz4EQAjiKoh4Z8DgjFdAE4FSKqmsCkencWJgA0yZdahgaa0_8e_wBGlgKqbv52LFu6CzQSYzUxZMATkK7ujNx6X31q_TLGiLcKYHG6Ov2PL64v8-szsNwGrwKhFj-kUl-dQhhqFanUZBq5/s1600/rp-10-juta-penyebab-emi-dijungkalkan-dari-motor-hingga-tewas.jpg)
- Rp 10 juta, Penyebab Emi Dijungkalkan Dari Motor Hingga Tewas | Sebelum tewas dianiaya pacarnya sendiri, Emi Rensiana (37) asal Manggarai, Flores Barat, NTT, menolak memberi uang Rp 10 juta kepada Jonatan Vikuza (27), yang berencana berangkat ke Malaysia.
"Karena menolak memberi uang itulah, keduanya (korban dan tersangka) bertengkar hingga terjadi peristiwa tersebut," kata salah satu keluarga korban asal Flores, Dito Kabut di KM RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/8) malam.
Awalnya, lanjut dia, tersangka menelepon Emi untuk bertemu hari Minggu sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah keduanya bertemu, dengan menggunakan motor keduanya berputar-putar keliling Surabaya. "Dari situ, tersangka mengutarakan keinginannya untuk berangkat ke Malaysia."
Namun, karena uang yang diminta terlalu besar, korban yang 10 tahun lebih tua dari tersangka itu, menolak permintaan sang kekasih yang mengaku bekerja sebagai penjaga toko buku di kawasan Perak Timur, Surabaya tersebut. Terjadilah perang mulut antara keduanya hingga terjadi peristiwa nahas itu di Jalan Johar, Surabaya.
"Waktu dibawa ke Mapolrestabes Surabaya sore tadi, tersangka mengaku memukul dada korban hingga terjatuh dari motor," terang Kabidkum Polda Jawa Timur, AKBP Todi, yang dimintai bantuan keluarga korban.
Karena mengalami luka yang cukup parah, lanjut dia, tersangka membawa korban ke Rumah Sakit (RS) PHC Pelabuhan Perak Surabaya dengan alasan korban mengalami kecelakaan. "Ketika saya datang, saya bertanya kepada tersangka, kenapa tidak lapor polisi, di daerah itu kan banyak polisi jaga? Dia bilang tidak ada satu pun petugas. Ini kan aneh, wong ribuan polisi disiagakan untuk pengamanan lebaran kok tidak ada polisi," katanya.
Kemudian, Todi kembali bertanya kepada tersangka, aku Todi lagi, kenapa dibawa ke PHC, sementara rumah sakit terdekat ada di sekitar lokasi kejadian?. "Rumah Sakit Polrestabes kan lebih dekat, kok dibawa ke PHC yang jaraknya jauh? Tersangka tidak bisa jawab. Inilah kemudian kecurigaan saya sebagai petugas semakin kuat kalau korban meninggal karena dibunuh tersangka."
Apalagi, masih menurut Todi, ketika saya pancing untuk segera memakamkan jenazah korban, tersangka langsung antusias dan bersedia membiayai pemakamannya. "Saya makin curiga pada tersangka. Nah untuk memastikan itu, saya meminta pada keluarga untuk membawa jasad korban ke RSUD dr Soetomo untuk dilakukan otopsi."
Dan Senin sore, pihak keluarga sepakat membawa tersangka ke polisi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Emi Rensiana asal Flores Barat, NTT, tewas setelah dipukul di bagian dada oleh kekasihnya, Jonatan Vikuza (27), karyawan toko buku hingga terjungkal dari motornya yang masih melaju kencang di Jalan Johar, Surabaya, pada Minggu (19/8) malam.
Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya ketika dikonfirmasi mengatakan, kasusnya masih dalam proses penyidikan.
www.isugosip.blogspot.com