![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTN1tOk_e4on7t6F81sczTMXo7L5BI5UqccKgPok-Kr7A6pB4_HkGTEJ5EAnfLT4pmQuT2HC6YHrkfenUzYev7qsL47nMn67JbY-eF98dXyN5IxgWtOTdYzYEg7XkV-Lv3mK6IlMYxcwub/s1600/satpol-pp-minta-uang-thr-pada-pedagang-di-jatinegara.jpg)
- Satpol PP Minta Uang THR Pada Pedagang di Jatinegara | Puluhan pengusaha jajanan, pemilik toko dan pedagang kaki lima (PKL) yang berjejal di Jalan Otto Iskandar Dinata resah dengan surat permintaan bantuan tunjangan hari raya (THR). Surat tersebut dikeluarkan oleh Lurah Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Surat bernomor 349/1.755 tertanggal 6 Agustus 2012 ini bersifat penting di mana tertera tandatangan lurah Nasrudin dan dipertegas dengan stempel kelurahan Bidara Cina.
"Saya dikirim surat edaran, katanya dimintain duit buat satpol PP, kalo nominalnya sih seikhlasnya saja," ujar Aan pedagang warung klontogan didepan Polsek Jatinegara, Rabu (8/7).
Surat itu berbunyi 'Dalam rangka menyambut dan merayakan Idul Fitri 1433 H tahun 2012, saya merencanakan akan memberikan hadiah paket lebaran kepada tenaga Satpol PP dan PHL (pekerja harian lepas) Kelurahan Bidara Cina sejumlah 40 orang dan tenaga kebersihan 10 orang.'
Saat dikonfirmasi seputar pernyataan tersebut, Lurah Bidaracina, Nasrudin mengakui bahwa kebijakan yang dilakukannya bukan diasumsikan pungutan liar (Pungli).
"Iya itu PHL yang bukan PNS. Kasihan, yang jelas dikasih semua. Kalau tidak mau (memberi), ya tidak apa-apa," ujarnya saat dikonfirmasi.
Nasrudin menegaskan tindakannya merupakan inisiatif sendiri serta tidak melibatkan pucuk pimpinan di lingkup Pemkot Jakarta Timur. Alasannya pihak kelurahan tidak memiliki anggaran.
"Walikota tidak tahu hal ini. Ini inisiatif untuk minta bantuan saja, Saya sudah menyebar 30 lembar surat. Cuma mohon bantuan saja," katanya.
www.isugosip.blogspot.com