![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwXqy5K4lYPB2CA1HrBW3JcKuRP7oZukbh_FxZjCE5nCbC4dY54AojcMhsG_jUpVCLnrAmjaFKuY-_21OyPvF6qIjMudVaFepQRuRyESyEZIhjW004juMkWCf-kSd1C1UvB3A0vkWbW4HY/s1600/waspadai-serangan-west-nile-virus-di-bulan-agustus-dan-september.jpg)
(Foto: Rantai Terjadinya West Nile Virus)
Repoter: Sofyan Abidin
- Waspadai Serangan West Nile Virus Di Bulan Agustus dan September | Kasus keganasan virus yang dinamakan West Nile kembali mencuat. Dilaporkan untuk satu minggu ini saja, tercatat 41 orang meninggal karena serangan West Nile Virus tersebut. Seperti apakah virus West Nile tersebut?
Virus West Nile pertama kali dideteksi kemunculannya pada tahun 1937 di Uganda, Afrika Timur. Seperti yang dilansir oleh Kids Health, virus ini disebabkan oleh gigitan nyamuk yang telah terinfeksi sebelumnya. Memang tidak terdapat penjelasan secara ilmiah, jenis nyamuk apa yang membawa virus ini.
West Nile Virus atau disingkat WNV ini awalnya menginfeksi burung, namun lambat laun virus ini sekarang diketahui bahwa manusia, anjing, kucing sampai dengan buaya juga dapat terinfeksi virus ini. Menurut penjelasan di Wikipedia, sekitar 80 persen manusia tidak mendapatkan gejala apapun ketika pertama kali terinfeksi virus ini.
Gejala utama yang dapat dijadikan deteksi awal virus ini adalah demam disertai dengan sakit kepala. Terdapat tiga jenis penyakit setelah WNV ini menginfeksi tubuh manusia. Pertama adalah asymptomatic. Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa asymptomatic adalah suatu penyakit ketika pasien tidak menyadari gejala apapun. Untuk mengetahuinya, pasien harus melakukan tes rontgen atau penyinaran menggunakan sinar X.
Kedua adalah mild febrile syndrome atau suatu keadaan saat suhu badan melebihi 37 derajat Celcius yang disebabkan oleh penyakit atau peradangan. Ketiga adalah neuroinvasive atau keadaan ketika imun manusia di dalam sel saraf terinfeksi oleh virus.
WNV tergolong dalam genus Flavivirus yang masih masuk dalam kerabat Flaviviridae. Seperti yang dijabarkan dalam Ncbi.Nlm.Nih.gov, jumlah penyebaran WNV akan meningkat pada bulan Agustus sampai awal September dan serangannya akan berkurang ketika suhu menjadi dingin.
Apabila seseorang terkena serangan WNV, maka dia akan mudah panik atau sulit berpikir secara jernih, gampang pingsan bahkan sampai koma, otot tubuh menjadi lemah, kekakuan pada leher dan melemahnya salah satu kaki atau tangan. Selain itu, karena virus dalam West Nile ini juga menyerang sistem imun, maka sang penderita dapat mudah terkena serangan virus lainnya.
Memang terkesan sedikit tidak berbahaya, namun menurut penjelasan para dokter, WNV dapat mengakibatkan kerusakan pada otak, melemahnya otot secara permanen bahkan kematian.
Seperti yang dilansir oleh ABC News (22/08), di bulan Agustus ini, penderita WNV di Amerika Serikat meningkat. Di daerah Texas saja, tercatat 1.118 laporan. Dr Lyle R Petersen, Vector-Borne Infectious Diseases Director Division dari U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan, "Sampai saat ini serangan WNV ini terdeteksi di 38 negara bagian Amerika Serikat."
Memang belum terdapat catatan resmi berapa korban WNV di Indonesia, namun menurut penjelasan di Ensiklopedia Britannica, virus ini juga pernah ditemui di Indonesia. Selain itu, virus yang mirip dengan wabah demam berdarah tersebut hanya mampu berkembang secara cepat di kawasan tropis. So, diharapkan untuk lebih mewaspadai serangan virus ini terutama di bulan Agustus dan September.
www.isugosip.blogspot.com