![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-akzuWIFbOxVlns4VUoDjgSXAuiW5Qa9zk1aao_mFXsGVbqwoA6UUiE4QveO5IROizh74Mjj_wRPH2VEPAZXbD7GjDBHN_StM2KS96-nGTj0Ng-9FR91roVkFjjgK_5Wu3k4pvhnepjfo/s1600/foke-angka-migrasi-penduduk-ke-jakarta-terus-turun.jpg)
(Foto: Fauzi Bowo / Foke
Reporter: Tegar Prasaja
- Foke: Angka Migrasi Penduduk Ke Jakarta Terus Turun | Angka pertumbuhan penduduk akibat migrasi di DKI Jakarta cenderung menurun setiap tahunnya. Selama 5 tahun menjabat sebagai Gubernur, Fauzi Bowo mengklaim jumlah migrasi penduduk menurun hingga level 50 ribu orang untuk tahun lalu dari angka 120 ribu orang.
"Jadi angka pertumbuhan penduduk akibat migrasi setiap tahun itu penambahannya cenderung menurun. 5 Tahun ini sebelum saya jabat gubernur 120 ribu. Sekarang ada di level 50 ribuan tahun lalu. Kita berharap tetap bertahan pada level tersebut bahkan lebih rendah," ujar Foke sapaan akrab Fauzi Bowo di terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Sabtu (25/8).
Gubenur yang maju di putaran kedua ini menjelaskan cara meredam jumlah kepadatan penduduk akibat migrasi. Pertama yang dilakukan yakni bekerja sama dengan daerah asal kaum imigran, kemudian mensosialisasikan peraturan kependudukan dan pencatatan sipil di Ibu kota Jakarta.
"Jadi Jakarta bukan kota tertutup kalau memenuhi persyaratan tersebut silahkan," tandasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemprov DKI Jakarta Purba Hutapea menambahkan, alasan keberhasilan menekan angka urbanisasi lantaran Pemprov tidak lagi memaksakan operasi yustisi. Sebelum dilaksanakan, operasi semacam ini memiliki beberapa tahapan semisal jumlah atau kuantitas.
"Jika para pendatang sudah lapor kepada RT/RW serta membawa surat keterangan pindah dari daerah asal maka tidak ada masalah. Artinya disiplin kependudukan sudah berjalan," ujar dia.
Purba juga menambahkan, bagi para pendatang baru yang terlantar nantinya diberi pembinaan di sebuah yayasan sosial. Jika tidak memiliki keterampilan dan alasan kuat untuk bertahan di ibu kota maka segera dipulangkan. Biaya kepulangan ditanggung oleh pemerintah Jakarta.
"Tahun lalu ada 50 ribu pendatang. Tahun ini mungkin berkurang sebanyak 2.000 orang," pungkasnya.
www.isugosip.blogspot.com