![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEXX_woNhhNJ1zjpfECIKnEQwHJ8pxtfCtOHdqR7naqhVGfLt2y0Dq0YpCYqkoOlC7LHmFtEUihfG6u9IlXzce9UtM6xqCm0jrNEFOGXOQUZRKZ2vCa28WpLRLWaidz-Mq401SmU59Lffd/s1600/lawan-foke-jokowi-sebut-dirinya-semut-lawan-gajah.jpg)
- Lawan Foke, Jokowi Sebut Dirinya Semut Lawan Gajah | Putaran kedua Pilgub DKI Jakarta semakin memanas. Dua pasangan calon yakni Jokowi dan Foke juga giat melakukan kegiatan-kegiatan untuk meraih simpati masyarakat Ibu Kota Jakarta.
Penantang, Jokowi kali menyebut bahwa dirinya ibarat semut bila dibandingkan dengan Foke yang saat ini didukung oleh partai-partai besar. Benarkah Jokowi semut?
"Pertarungan bukan kaya saat pertama, karena saat ini saya di keroyok partai-partai besar, ini harus hati-hati," jelasnya kepada wartawan di posko Jokowi-Ahok, Jl. Borobudur, Jakarta, Sabtu (25/8).
Meski demikian Jokowi berharap, adanya kepungan partai-partai besar, seluruh masyarakat Jakarta dan kader partai pendukung jangan merasa takut, tapi jangan juga terlena.
"Yang kita hadapi adalah partai-partai besar, koalisi kita adalah koalisi rakyat. Kalau rakyatnya bergerak, sama seperti semut melawan gajah-gajah besar, tetapi, semutnya ada di mana-mana, sehingga mampu memenangkan pertarungan pilkada DKI," ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat DKI ingin punya perubahan yang lebih baik, masyarakat juga jangan terpancing oleh isu-isu yang tidak baik. Pendukung Jokowi-Ahok harus santun sebagai masyarakat Jakarta dan sebagai warga yang baik.
"Kita harapkan, Pilkada nanti dapat meraih keberhasilan yang di harapkan masyarakat Jakarta, untuk itu 20 September nanti, setelah nyoblos di TPS semua rakyat Jakarta harus jadi saksi," tandasnya.
www.isugosip.blogspot.com